BeritaDaerah

Bikin Produksi Jagung Melejit 80 Persen, Ini Rahasia Polres Ciamis Jaga Ketahanan Pangan di Tatar Galuh

Polres Ciamis jaga ketahanan pangan lewat aksi nyata budidaya jagung dan bawang merah hingga raih penghargaan KTNA.

CIAMIS, RubrikJabar.com – Jajaran kepolisian mengukir prestasi manis melalui gebrakan masif dalam memperkuat sektor pertanian di wilayah Jawa Barat. Langkah nyata Polres Ciamis jaga ketahanan pangan secara konsisten membuahkan apresiasi tertinggi dari organisasi induk pertanian lokal.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis secara resmi menyerahkan penghargaan bergengsi kepada Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si. Mereka memberikan apresiasi ini pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 di Tatar Galuh, Senin (13/7/2026).

Organisasi pertanian tersebut menilai kapolres memiliki dedikasi tanpa henti dalam mendongkrak kesejahteraan petani lokal. Selain itu, korps Bhayangkara sukses mengawal program budidaya jagung secara masif di daerah tersebut.

Dalam agenda tahunan tersebut, Wakapolres Ciamis Kompol Sujana, S.Pd., hadir mewakili kapolres. Beliau menerima langsung piagam penghargaan dari perwakilan pengurus KTNA yang menyalami jajaran kepolisian tersebut.

Apresiasi luar biasa ini tentu membakar semangat dan memberi motivasi tambahan bagi seluruh personel kepolisian. Kompol Sujana menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi momentum penting bagi anggotanya untuk semakin tancap gas di lapangan.

Oleh karena itu, pihaknya kini semakin mantap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani. Langkah strategis ini bertujuan memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok masyarakat tetap aman dan terjaga.

Strategi Polres Ciamis Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk selalu hadir mendampingi masyarakat agraris di pedesaan. “Kami sangat berterima kasih kepada jajaran pengurus KTNA Ciamis atas penghargaan ini,” ujar Kompol Sujana saat wawancara.

Beliau menyebutkan bahwa apresiasi tersebut memacu seluruh jajaran agar terus hadir di tengah petani. Sinergi ini harapannya mampu mendukung kemajuan sektor pertanian sekaligus menaikkan taraf hidup masyarakat desa.

Baca Juga :  Ancaman Kemarau Panjang di Jabar 2026; Mengapa Mabes AD Mendadak Jadi Pusat Perhatian?

Di bawah komando AKBP H. Hidayatullah, aparat penegak hukum di Ciamis tidak sekadar duduk di kantor. Sebaliknya, mereka menerjunkan personel langsung ke ladang untuk memotivasi warga di pelosok Tatar Galuh.

Personel Bhabinkamtibmas bahkan ikut bahu-membahu menanam jagung bersama para pemuda serta kelompok tani lokal. Langkah taktis ini terbukti memberikan dampak yang sangat signifikan bagi produktivitas wilayah tersebut.

Kompol Sujana memaparkan bahwa sinergi kuat di lapangan sukses mendongkrak angka produksi jagung secara nyata. Setelah mencetak sukses besar pada tahun 2025, polisi terus mengawal tren positif tersebut sepanjang tahun 2026.

Target Produksi Jagung Mengalami Tren Positif

Progres pengerjaan lahan pertanian pada pertengahan tahun ini menunjukkan angka yang sangat menggembirakan semua pihak. Dari total target produksi sebesar 260 ton, para petani telah merealisasikan angka hingga 80 persen.

Menurut Kompol Sujana, capaian ini membuktikan bahwa persatuan polisi dan petani mampu mewujudkan target yang ambisius. Selain itu, aparat kepolisian juga menelurkan langkah kreatif dengan mencetuskan sistem pertanian modern.

Mereka mendorong para petani menerapkan pola tanam tumpangsari di atas lahan produktif milik masyarakat. Pola ini terbukti sangat efektif dalam memaksimalkan hasil panen tanpa merusak kualitas unsur hara tanah.

Salah satu percontohan sukses dari sistem tumpangsari ini berada di kawasan Kecamatan Cikoneng. Di wilayah tersebut, aparat kepolisian bersama gabungan kelompok tani sukses menggarap lahan pertanian seluas 71 hektare.

Mereka mengoptimalkan lahan luas tersebut dengan mengombinasikan tanaman jagung hibrida dan bawang merah berkualitas tinggi. Melalui keberhasilan ini, dinas terkait berencana mereplikasi model pertanian terpadu ke beberapa kecamatan lain.

Langkah perluasan lahan ini bertujuan mengendalikan stabilitas harga pangan di pasar tradisional agar tetap murah. Sementara itu, perwakilan petani di Cikoneng mengaku mendapat banyak kemudahan berkat pendampingan dari aparat kepolisian.

Baca Juga :  Dr Heri Temui Herdiat Bahas Posisi Calon Wabup Ciamis

Kolaborasi Berkelanjutan demi Petani Tatar Galuh

Menatap agenda ke depan, Kompol Sujana berharap kolaborasi lintas sektor yang harmonis ini terus berjalan. Ia menginginkan hubungan kerja sama antara Polri, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan KTNA semakin erat dari waktu ke waktu.

Hubungan yang solid menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis pangan global yang melanda dunia. Kerja sama yang terstruktur ini terbukti ampuh memperlancar rantai pasok makanan dari hulu ke hilir.

“Alhamdulillah, ikhtiar Polres Ciamis jaga ketahanan pangan mampu meningkatkan produksi sekaligus menjaga stabilitas harga,” kata Kompol Sujana. Beliau mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa kepolisian akan terus merawat kerja sama ini.

Melalui penghargaan HKP ke-54 ini, institusi kepolisian di Ciamis menjelma menjadi mitra strategis pembangunan ekonomi desa. Keberadaan pos pangan bentukan Bhabinkamtibmas kini mengawal ketat kedaulatan pangan di seluruh wilayah Tatar Galuh.

Dengan demikian, langkah Polres Ciamis jaga ketahanan pangan menjadi teladan nyata bagi polres-polres lain di Jawa Barat. Konsistensi mendampingi petani menanam jagung dan bawang terbukti menggerakkan roda ekonomi akar rumput secara berkelanjutan.

Upaya intensif Polres Ciamis jaga ketahanan pangan diharapkan terus membawa dampak kemakmuran yang luas bagi seluruh warga. Kepolisian berkomitmen menjaga momentum emas ini demi masa depan pertanian Ciamis yang gemilang.

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca